PENYULUHAN TENTANG PENANGANAN AWAL KEGAWATDARURATAN MATERNAL DAN NEONATAL DI TINGKAT KELUARGA
Keywords:
kegawatdaruratan maternal dan neonatal, penanganan awal, peran keluargaAbstract
Pendahuluan: Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia yang dipengaruhi oleh keterlambatan pengenalan tanda bahaya dan penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal di tingkat keluarga. Keluarga memiliki peran penting sebagai pihak pertama yang berhadapan langsung dengan ibu dan bayi sebelum mendapatkan pertolongan tenaga kesehatan. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Ciampea, Kabupaten Bogor, pada bulan Juli 2025 dengan sasaran wanita usia subur, ibu hamil, ibu nifas, dan keluarga sebanyak ±30 peserta. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan kesehatan melalui ceramah, diskusi interaktif, serta pembagian media edukasi. Materi meliputi tanda bahaya pada kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, penanganan awal kegawatdaruratan dan sistem rujukan. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditandai dengan kemampuan menyebutkan tanda bahaya kegawatdaruratan maternal dan neonatal serta pemahaman mengenai langkah penanganan awal dan pentingnya rujukan cepat. Pembahasan: Penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan keluarga terhadap kegawatdaruratan maternal dan neonatal, meskipun masih ditemukan kendala keterbatasan waktu dan perbedaan tingkat pendidikan peserta. Kesimpulan: Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan keluarga dalam penanganan awal kegawatdaruratan maternal dan neonatal serta berpotensi mendukung upaya penurunan AKI dan AKB


